Blended Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini: Implementasi dan Tantangannya

  • Mayar F
  • Desmila D
  • Nurhamidah N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
82Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan sekolah perlu memilih metode pembelajaran yang sesuai. Salah satu metode yang dapat memfasilitasi siswa adalah blended learning. Penggunaan metode tersebut di satuan PAUD masih sangat minim pembahasannya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi dan tantangan metode blended learning  untuk anak usia dini menggunakan metode kualitatif fenomenologis. Enam guru PAUD di Yogyakarta menjadi partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat lima tema yang menjadi fokus utama dalam implementasi metode blended learning. Aspek keterlibatan tersebut adalah : pemahaman guru terhadap metode blended learning, persiapan blended learning, respon dan pemahaman anak ketika blended learning, faktor yang mempengaruhi keberhasilan blended learning, kesesuaian metode blended learning untuk PAUD. Implikasi hasil penelitian dibahas lebih lanjut dalam artikel

Cite

CITATION STYLE

APA

Mayar, F., Desmila, D., Nurhamidah, N., Rahmawati, R., & Uzlah, U. (2022). Blended Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini: Implementasi dan Tantangannya. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4347–4358. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2654

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free