Studi Perbandingan Kenyamanan Termal Indoor dan Outdoor Stasiun MRT Jakarta

  • Delyuzir R
  • Sadewo R
  • Afriliani A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Studi kenyamanan termal di stasiun MRT Bundaran HI dan MRT ASEAN, Jakarta. Penelitian yang dilakukan pada ruangan indoor dan outdoor peron keberangkatan stasiun MRT Bundaran HI dan MRT ASEAN. Parameter iklim yang di ukur yaitu suhu udara, suhu radiasi, kelembaban relatif dan kecepatan udara, dicatat bersamaan dengan pengisian kuesioner oleh pengguna yang berisi tujuh skala termal. Jumlah pengguna MRT Bundaran HI 50 responden terdiri dari 21 Laki-laki dan 29 Perempuan. Pada MRT ASEAN terdapat 14 responden terdiri dari 10 laki-laki dan 4 perempuan. Suhu nyaman pengguna stasiun indoor MRT Bundaran HI terdapat pada 28,7°CTa. Serta kisaran kenyamanan termal antara 26,94 sampai 30,47°C. suhu nyaman pengguna stasiun outdoor MRT ASEAN terdapat pada 30,84°CTa. Serta kisaran kenyamanan termal antara 30,53 sampai 31,14°C. suhu kenyamanan pengguna stasiun MRT Bundaran HI sekitar 1 sapai 3°C lebih tinggi dari standar “Hangat Nyaman” suhu kenyamanan Indonesia. Sedangkan suhu kenyamanan pengguna stasiun MRT ASEAN sekitar 5°C lebih tinggi dari standar kenyamanan suhu Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Delyuzir, R. D., Sadewo, R. P., Afriliani, A., Khaliq, I., & Hartanto, K. (2023). Studi Perbandingan Kenyamanan Termal Indoor dan Outdoor Stasiun MRT Jakarta. Local Engineering, 1(2), 67–72. https://doi.org/10.59810/lejlace.v1i2.76

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free