Usaha Konservasi Terhadap Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis Pada Daerah Aliran Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan

  • Amalia N
  • Ery Suhartanto
  • Linda Prasetyorini
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

DASRejoso sering terjadi bencana banjir setiap tahunnya, hal ini diakibatkanadanya tata guna lahanyang berubah. Perubahan tata guna lahan inilah memicu terjadinya erosi sehingga terjadi penumpukan sedimen di sungai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan pengakajian mengenai tingkat bahaya erosi untuk menentukan usaha konservasi yang tepat berupa arahan penggunaan lahan dan perencanaan Checkdam. Untuk menentukan nilai erosi dan sedimentasi digunakan model ArcSWAT dengan melakukan empattahap yaitu delineasi DAS, pengelolaan HRU, pembuatan database, dansimulasi. Hasil simulasi menunjukkan nilai erosi rerata 10.11 ton/ha per tahun dan sedimentasi rerata 4.96 ton/ha per tahun. Hasil analisiskondisi Indeks Bahaya Erosi(IBE) menunjukkandua kriteria yaitu rendah dengan luas 326.99 km2dan sedang dengan luas 33.31 km2. Sedangkan untuk Hasil analisisTingkat Bahaya Erosi (IBE) didapat 4 kriteria yaitu sangat ringan seluas 92.66 km2, ringan seluas 58.06 km2, Sedang seluas 179.17 km2, Berat seluas 30.41 km2. Hasil dari arahan penggunaan lahan menunjukkan penurunan erosi sebesar 4.44 %, sedangkanperencanaan Checkdam padaDAS Rejoso menunjukkan penurunan volume sedimen sebesar 77.64 %.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amalia, N., Ery Suhartanto, & Linda Prasetyorini. (2023). Usaha Konservasi Terhadap Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis Pada Daerah Aliran Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 3(2), 757–766. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.064

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free