Abstract
Mall menjadi tempat yang sering dijadikan sebagai pilihan yang paling aman untuk membawa anak-anak khususnya bayi untuk bermain, karena memiliki suhu yang ideal untuk bayi dan bebas dari asap rokok. Namun demikian, ibu membutuhkan fasilitas berupa ruang laktasi untuk melakukan kegiatan menyusui, memompa ASI, atau mengganti popok bayi ketika berada di mall. Tidak semua ruang laktasi yang ada di mall memperhatikan aspek kenyamanan akustik bagi ibu menyusui, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek kenyamanan akustik pada ruang laktasi dengan objek penelitian ruang laktasi di pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta agar nantinya dapat diketahui aspek-aspek yang perlu untuk diperhatikan dalam mendesain ruang laktasi yang nyaman secara audial. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengumpulan data kebisingan serta identifikasi sumber dan penyebab kebisingan pada ruang laktasi. Pengukuran kebisingan dilakukan dengan aplikasi Sound Level Meter (SLM) pada ponsel. Dari hasil pengukuran dan identifikasi, ditemukan bahwa kebisingan pada ruang laktasi pada mall di Kota Yogyakarta masih melebihi standar maksimal kebisingan untuk ruang laktasi. Hal ini dapat terjadi karena adanya celah pada ruang laktasi dan pemilihan material dinding pelingkup ruang yang kurang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam desain ruang laktasi di mall dan dapat dilanjutkan dengan penelitian mengenai desain ruang laktasi yang optimal di mall.Malls are often considered the safest places to bring children, especially babies, to play due to their ideal indoor temperature and smoke-free environment. However, mothers require proper facilities such as lactation rooms to breastfeed, pump milk, or change diapers while visiting malls. Not all lactation rooms in malls take into account the aspect of auditory comfort for breastfeeding mothers. Therefore, this study aims to analyze the auditory comfort conditions of lactation rooms, using a lactation room in a mall in Yogyakarta City as the research object. The goal is to identify key aspects that should be considered in designing acoustically comfortable lactation rooms. This research involved collecting noise level data and identifying the sources and causes of noise within the lactation room. Noise measurements were conducted using a Sound Level Meter (SLM) application on a mobile phone. The results revealed that noise levels in lactation rooms in malls in Yogyakarta City still exceed the maximum recommended standard for such spaces. This condition is mainly caused by structural gaps and the use of inappropriate wall materials. These findings can serve as a reference for the design of future lactation rooms in malls and may be followed by further research on optimizing their acoustic performance.
Cite
CITATION STYLE
Kartika Putri, T. F. (2025). Analisis Kenyamanan Akustik pada Ruang Laktasi Mall di Kota Yogyakarta. Nature: National Academic Journal of Architecture, 12(1), 51–64. https://doi.org/10.24252/nature.v12i1a4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.