LITERASI SAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA

  • Yuliati Y
N/ACitations
Citations of this article
2.7kReaders
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Literasi sains berarti pengetahuan dan pemahaman tentang konsep-konsep ilmiah dan proses yang diperlukan untuk pengambilan keputusan pribadi, partisipasi, dan produktivitas ekonomi. Hal ini sangat penting mempersiapkan bekal keterampilan yang harus dimiliki abad ke 21 ini bagi siswa dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pentingnya literasi sains karena permasalahan berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi. Selain itu literasi sains memberdayakan masyarakat untuk membuat keputusan pribadi dan berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan mereka. Literasi sains dalam pengukurannya terdiri dari 3 dimensi yaitu konten sains, proses sains dan konteks aplikasi sains. Literasi informasi dan teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberi pengaruh pada peluang baru dalam strategi dan metode pembelajaran, termasuk pembelajaran sains. Keterampilan literasi sains dan literasi IT dapat dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan penyelidikan ilmu pengetahuan Alam, untuk memahami dan berkomunikasi dan meningkatkan hubungan antara sains, teknologi dan masyarakat. Kata kunci: literasi sains, literasi informasi PENDAHULUAN Memasuki abad ke 21 yang semakin pesat perkembangan pengetahuan maupun teknologi tentunya membutuhkan tantangan sendiri, baik dilingkungan pendidikan maupun dunia kerja saat ini. Sehingga perlunya mempersiapkan generasi saat ini memiliki keterampilan baik soft skill maupun hard skill bagi siswa dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Menurut Omar, Turiman, Daud dan Kasman, (2011) bahwa " keterampilan abad ke 21 terdiri dari empat domain utama literasi, berfikir inventif, komunikasi yang efektif dan produktivitas yang tinggi " . Salah satu keterampilan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan memutuskan masalah adalah literasi sains. Literasi sains sudah banyak dikembangkan dalam dunia pendidikan oleh negara-negara seperti Amerika, Taiwan, Cina, Hong Kong, Australia, Jerman dan Chile (G. Lederman, S. Lederman, Antink, 2013), bahkan negara berkembang seperti Nigeria (Ojimba, 2013). Literasi sains di Indonesia mulai dikenalkan pada tahun 1993 melalui undangan oleh Unesco untuk mengikuti International Forum on Science and Technological Literacy for All di Paris dan realisasinya diselenggarakan Workshop on Scientific and Technological Literacy for All in Asia and Pasific di Tokyo. Literasi sains mulai diakomodasikan dalam kurikulum 2006 (KTSP) dan lebih terlihat jelas pada kurikulum 2013 melalui kegiatan inkuiri dan pendekatan ilmiah (scientific approach). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan PISA tahun 2000 sampai saat ini Indonesia berada pada kemampuan yang tergolong rendah. Hasil Studi PISA tahun 2009 menunjukkan tingkat literasi sains siswa Indonesia yang tidak jauh berbeda dengan hasil

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuliati, Y. (2017). LITERASI SAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(2). https://doi.org/10.31949/jcp.v3i2.592

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free