PENGARUH TERAPI TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN ASMA

  • Wijonarko
  • Jaya Putra H
N/ACitations
Citations of this article
188Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Asma merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak menular, dimana saluran napas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang mengakibatkan peradangan, penyempitan ini bersifat berulang namun reversible, dan di antara episode penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan ventilasi yang belum normal. Beberapa faktor penyebab asma antara lain, jenis kelamin, umur pasien, status atopi, faktor keturunan, serta faktor lingkungan. Penderita asma akan mengeluhkan gejala batuk, sesak nafas, dan rasa tertekan didada dan mengi. Gejala asma sering terjadi pada malam hari dan saat udara dingin, biasanya bermula mendadak dengan batuk dan rasa tertekan didada, disertai dengan sesak nafas ( dyspnea) dan mengi. Salah satu upaya yang dapat dilakukkan teknik pernapasan buteyko yaitu terapi bernapas. Teknik pernapasan buteyko digunakan untuk mengontrol gejala asma , banyak keunggulan dari Teknik pernapasan buteyko itu sendiri seperti dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, dan mudah dilaksanakan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wijonarko, & Jaya Putra, H. (2022). PENGARUH TERAPI TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN ASMA. Jurnal Keperawatan Bunda Delima, 4(1). https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1.30

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free