Abstract
Kawasan Titik Nol Kilometer merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi satu rangkaian dengan kawasan wisata Malioboro. Kawasan Titik Nol Kilometer selain menjadi destinasi wisata, juga merupakan kawasan cagar budaya dan ruang publik yang memiliki keunikan pada fungsi keruangannya dan bangunan-bangunan tua di sekitarnya. Hal tersebut menjadikan kawasan ini sering dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat untuk berkumpulmaupun tempat singgah menikmati suasana Kota Jogja. Penataan kawasan Titik Nol Kilometer dilihat secara visual memiliki perbedaan di setiap sisinya yang mempengaruhi pola perilaku wisatawan, terutama saat malam hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh tata ruang di pelataran kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta terhadap perilaku pengunjung di tiap sisi pelataran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifobservatif. Berdasarkan hasil penelitian, pelataran sisi Barat atau zona penelitian satu cenderung jarang disinggahi pengunjung dikarenakan penataan ruang yang lebih padat, pencahayaan yang redup, dan aroma yang tak sedap, sehingga wisatawan merasa kurang nyaman berada di zona tersebut. Sedangkan di sisi Timur cenderung lebih ramai dikarenakan lebih terbuka, sehingga pengunjung dapat melihat secara menyeluruh bangunan budaya yang terdapat di kawasan ini.
Cite
CITATION STYLE
Astriecia, A. (2020). Pengaruh Tata Ruang Terhadap Perilaku Wisatawan di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 17(1), 21–25. https://doi.org/10.23917/sinektika.v17i1.10834
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.