Abstract
Latar belakang: Daun kapuk randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Kalimantan Tengah yang secara empiris digunakan sebagai penghambat pembentukan serta meluruhkan batu ginjal. Daun kapuk randu diketahui mengandung flavonoid yang mampu menghambat pembentukan dan meluruhkan batu ginjal. Tujuan: Mengetahui kadar flavonoid total ekstrak daun kapuk randu pada fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol. Metode: Metode desktiptif observasional dengan melihat hasil dari data kualitatif yaitu dengan uji reaksi warna dan kromatografi lapis tipis (KLT) dan data kuantitatif yaitu dengan spektrofotometri Uv-Vis untuk melihat kadar total flavonoid. Hasil: Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna dan KLT menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif dengan spektrofotometri Uv-Vis didapatkan kadar total flavonoid untuk ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi metanol berturut-turut adalah sebesar 31,663 mg QE / g atau 3,1667%; 5,167 mg QE / g atau 0,5167%; 51,833 mg QE / g atau 5,1833%; dan 7,166 mg QE / g atau 0,7166%. Kadar flavonoid total tertinggi yaitu pada fraksi etil asetat. Kesimpulan: Ekstrak daun kapuk randu dengan tingkatan fraksi mengandung senyawa flavonoid dengan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi metanol berturut-turut adalah sebesar 31,663 mg QE / g atau 3,1667%; 5,167 mg QE / g atau 0,5167%; 51,833 mg QE / g atau 5,1833%; dan 7,166 mg QE / g atau 0,7166%.
Cite
CITATION STYLE
Wulandari, H., Rohama, R., & Darsono, P. V. (2022). Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) berdasarkan Tingkatan Fraksi. Journal Pharmaceutical Care and Sciences, 3(1), 45–60. https://doi.org/10.33859/jpcs.v3i1.210
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.