Abstract
Kreativitas secara substantif tidak bisa dipisahkan dari unsur akal dan unsur rasa manusia. Beraneka ragam kesenian dan tradisi yang lahir dari kreativitas manusia akhirnya menjadi ciri khas dari masing-masing wilayah pembuatnya. Gamelan merupakan salah satu dari sekian banyak kekayaan tradisional Indonesia yang lahir dari beragam pertimbangan pikiran, gagasan, ide, rasa dan kreatifitas dari manusia. Gamelan adalah sekelompok alat musik dengan pola ketukan berbeda yang dipergunakan dalam memainkan lagu/gending. Awal mula kemunculan gamelan adalah ketika budaya hindu-budha mulai mendominasi nusantara. Terdapat beberapa jenis gamelan diantaranya gamelan jawa, gamelan sunda, gamelan banjar, gamelan minang dan gamelan bali. Kesemua jenis gamelan tersebut memiliki kekhasan masing-masing sesuai dengan daerah berkembangnya gamelan.Gamelan tidak hanya digunakan sebagai musik pengiring pada kesenian tradisional tetapi juga dipergunakan dalam bebagai ritual keagamaan. Di Bali, hampir semua kegiatan keagamaan khususnya dalam upacara agama hindu selalu mempergunakan iringan gamelan. Gamelan Bali merupakan salah satu unsur panca suara yang selalu ada dalam setiap upacara yajna di Bali. Panca suara ini tidak lepas dari konsep estetika hindu dimana pada setiap suara yang dihasilkan mempunyai makna filosofis. Gamelan Bali yang hadir dalam berbagai ritual hindu di bali bukan saja sebagai hiburan semata tetapi juga memiliki nilai magis yang dapat menggetarkan suasana. Artikel ini akan membahas mengenai filosofi gamelan bali dalam konstelasi estetik.
Cite
CITATION STYLE
Sari, A. P. (2024). GAMELAN BALI DALAM KONSTELASI FILOSOFIS DAN ESTETIK. Sphatika: Jurnal Teologi, 15(1), 34–46. https://doi.org/10.25078/sphatika.v15i1.3153
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.