Perempuan Baru: Pertahanan Melawan Opresi dalam Novel Astirin Mbalela Karya Suparta Brata

  • Anggraeni W
  • Paramita N
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kepatuhan dalam budaya patriarki merupakan kewajiban bagi perempuan. Kebebasan diri perempuan dianggap tabu dan tidak patut untuk dibicarakan. Novel Astirin Mbalela menceritakan tokoh Astirin sebagai perempuan Jawa yang melakukan resistensi terhadap opresi yang ia terima sebagai akibat menjadi perempuan bebas. Dalam masyarakat, perempuan diposisikan sebagai inferior sehingga sering menjadi sasaran opresi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi eksistensi Astirin sebagai perempuan bebas. Kebebasan Astirin merupakan bentuk pembuktian dirinya sebagai individu merdeka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif, dengan sumber data novel Astirin Mbalela dan data berupa peristiwa dengan konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya resistensi tokoh Astirin terhadap opresi yang diterima, baik berupa resistensi fisik maupun verbal. Astirin berusaha menunjukkan eksistensinya sebagai perempuan baru yang bebas melalui cara berpakaian serta kemandiriannya. Astirin berhasil membangun citra sebagai perempuan baru, yang mampu eksis dan menyuarakan kebebasannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anggraeni, W. C., & Paramita, N. (2022). Perempuan Baru: Pertahanan Melawan Opresi dalam Novel Astirin Mbalela Karya Suparta Brata. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 2(1), 87–103. https://doi.org/10.21009/arif.021.06

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free