HEGEMONI PEMIKIRAN KEAGAMAAN: ETIKA POLITIK DALAM PERSPEKTIF WAHDAH ISLAMIYAH

  • Hartini D
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menguraikan model tipologi gerakan Islam yang berkembang di Indonesia yang seringkali diklasifikasikan oleh para pengamat, tipologi gerakan Islam yang bercorak moderat, idealis kritis, akoodatif, kiri Islam, Islam puritan, dan lain sebagainya. Sehingga klasifikasi tipologi yang tersedia dapat membantu memahami eksistensi hegemoni pemikiran Wahdah Islamiyah. Dalam hal ini, Wahdah Islamiyah termasuk dalam sebuah gerakan puritanisme, dalam perkembangannya Wahdah Islamiyah berupaya mentransformasikan ajaran pemurnian syari’at Islam dalam kehidupan sosio-politik. Selanjtnya, melihat bagaimana Wahdah Islamiyah dengan ideologi revivalisme yang pada mulanya menolak pemberlakuan azas tunggal Pancasila, kemudian beradaptasi dengan siklus dunia politik di Indonesia yang menerapkan azas tunggal Pancasila. Meskipun disebutkan bahwa Wahdah Islamiyah bukan lagi gerakan yang bersifat ekslusif, namun keterpengaruahannya terhadap ekslusifisme tersebut masih sangat terlihat. Pada konteks ini Wahdah Islamiyah lebih memilih untuk menjadi gerakan yang bercorak rasional.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hartini, D. (2019). HEGEMONI PEMIKIRAN KEAGAMAAN: ETIKA POLITIK DALAM PERSPEKTIF WAHDAH ISLAMIYAH. ASKETIK, 3(1), 47–59. https://doi.org/10.30762/ask.v3i1.1157

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free