Kajian Alih Fungsi Lahan Sawah menjadi Lahan Non Sawah dan Lahan Terbangun

  • Eva Nuraeni
  • Edy Suryadi
  • Dwi Rustam Kendarto
N/ACitations
Citations of this article
60Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non-sawah dan lahan terbangun di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru merupakan isu signifikan akibat pembangunan infrastruktur dan perumahan yang pesat. Sekitar 6% lahan pertanian di Kabupaten Banjar menyusut setiap tahunnya, dari 320.325 hektar pada 2019 menjadi 319.766 hektar pada 2020. Berdasarkan interpretasi peta 2021-2023, lahan sawah berubah menjadi lahan non-sawah di 143 lokasi, menjadi lahan terbangun di 201 lokasi, dan lahan lain menjadi sawah di 494 lokasi. Di Kota Banjarbaru, terdapat 31 lokasi alih fungsi lahan sawah di dua kecamatan, yaitu Landasan Ulin dan Cempaka. Faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan yaitu kepadatan penduduk, rasio harga lahan pertanian/non pertanian, rasio nilai produksi pertanian/non pertanian dan rasio aksesibilitas wilayah. Upaya penyesuaian penggunaan lahan dilakukan dengan cara ground check agar mengetahui kondisi lapangan secara aktual. Berdasarkan rumus Slovin, nilai toleransi pengambilan sampel sebesar 8%, sehingga jumlah sampel yang dilakukan ground check sebanyak minimal 120 lokasi. Dengan demikian, ground check pada Kabupaten Banjar dilakukan pada 130 lokasi, sedangkan ground check pada Kota Banjarbaru dilakukan pada 31 lokasi. Berdasarkan hasil ground check, terverifikasi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan terbangun sebanyak 115 lokasi pada Kabupaten Banjar dan 29 lokasi pada Kota Banjarbaru. Alih fungsi lahan sawah berpotensi mengancam ketahanan pangan dan merusak ekosistem. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui luas penggunaan lahan dan faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi pada Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Cite

CITATION STYLE

APA

Eva Nuraeni, Edy Suryadi, & Dwi Rustam Kendarto. (2024). Kajian Alih Fungsi Lahan Sawah menjadi Lahan Non Sawah dan Lahan Terbangun. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 1118–1136. https://doi.org/10.47687/snppvp.v5i1.1186

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free