Konfigurasi Filantropi Islam Dalam Tradisi Maulid Nabi SAW Di Bawean

  • Hafidz A
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang konfigurasi filantropi Islam dalam tradisi Maulid Nabi SAW di Pulau Bawean. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori gift exchange yang dikembangkan oleh Marcell Mouss. Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa tradisi maulid Nabi SAW di Bawean merupakan salah satu bentuk ekspresi kegembiraan masyarakat atas dilahirkannya Rasulullah SAW. Kegembiraan tersebut diinterpretasikan dalam bentuk social giving yang berupa pertukaran angka’an bherkat antar sesama warga. Di samping itu, masyarakat Bawean mengumpulkan dana filantropi Islam dalam bentuk bendera maulid untuk didistribusikan kepada Lembaga penyelenggara maulid, sehingga dana filantropi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan Lembaga untuk memenuhi kebutuhannya. Tradisi maulid Nabi SAW ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, namun berulangkali. Setiap Lembaga atau komunitas mengadakan acara maulid. Hal ini menunjukkan bahwa Gerakan filantropi berbasis agama memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan lainnya, sebab yang mereka harapkan tidak hanya sekedar materi, namun ada kekuatan iman, cinta, dan pahala yang menjadi harapan terbesar dari semua tindakannya

Cite

CITATION STYLE

APA

Hafidz, A. (2021). Konfigurasi Filantropi Islam Dalam Tradisi Maulid Nabi SAW Di Bawean. JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.37348/jurisy.v1i1.101

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free