Abstract
Paradigma KB Nasional telah di ubah Visi dan NKKBS menjadi keluarga berkualitas 2015dengan 6 misi yaitu memperdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas,menggalang kemitraan kesejahtraan, kemandirian dan ketahanan keluarga,meningkatkan kualitas pelayanan KB, meningkatkan promosi,perlindungan dan upaya mewujudkan hak-hak reproduksi, meningkatkan upaya perempuan untuk mewujudkan kesejahtraan dan keadilan gender melalui program KB. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisisHubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan ( DMPA) dengan kejadian flour albus patologis. Jenis penelitiananalitic cross sectional,teknik simple random sampling. Besarnya Sampel adalah semua akseptor KB suntik 3 bulan di BPS Ny Endang,Surabaya.Pada bulan Juni -September 2011 yaitu sebesar 25 akseptor. Hasil penelitian dari hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian flour albus patologis menunjukan bahwa dari 25 akseptor KB suntik 3 bulan terdapat 21 akseptor (0,84%) yang mengalami flour albus patologis dan 4 akseptor (0,16%) tidak mengalami flour albus patologis. Hasil perhitungan chi square, nilai c2 hitung (0,009) >c2 tabel (3,841) berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian flour albus patologis,untuk itu diharapkan pada petugas kesehatan(bidan) agar memberikan penyuluhan/informasi yang jelas, yang berhubungan dengan kejadian flour albus patologis dan cara penanganannya agar responden dapat memahami dengan baik.
Cite
CITATION STYLE
Supartini, S. (2015). HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN (DPMA) DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PATOLOGIS DI BPS ENDANG, Amd.Keb. EMBRIO, 7, 72–75. https://doi.org/10.36456/embrio.vol7.no.a44
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.