Pencegahan Dan Visualisasi Serangan Brute Force Menggunakan Fail2ban, Prometheus, dan Grafana Studi Kasus Di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri

  • April Rustianto
  • Arif Fadillah
  • Jemiro Kasih
N/ACitations
Citations of this article
46Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Serangan brute force merupakan metode umum yang digunakan untuk membobol sistem login, baik pada layanan SSH maupun halaman login situs web seperti WordPress. Di lingkungan institusi pendidikan, khususnya di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, perlindungan sistem autentikasi sangat penting untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data. Sebelumnya, sistem belum memiliki mekanisme pertahanan otomatis untuk merespons serangan brute force. Penelitian ini mengusulkan implementasi Fail2Ban, sebuah aplikasi open-source yang secara otomatis memblokir alamat IP penyerang setelah sejumlah percobaan login yang gagal. Pengujian dilakukan dalam dua skenario: serangan pada layanan SSH menggunakan Nmap, dan pada halaman login WordPress menggunakan skrip Python. Hasilnya menunjukkan bahwa Fail2Ban mampu secara otomatis memblokir alamat IP setelah lima kali percobaan login gagal (sesuai konfigurasi maxretry), dengan waktu pencarian (findtime) selama 10 menit dan waktu blokir (bantime) selama 3 menit. Untuk visualisasi, Fail2Ban diintegrasikan dengan Prometheus dan Grafana menggunakan kombinasi Fail2Ban Exporter, skrip Python, dan Push Gateway. Dashboard menampilkan informasi seperti jumlah IP yang diblokir, total percobaan login yang gagal, dan status pemblokiran yang aktif. Sebagai kesimpulan, implementasi Fail2Ban efektif dalam mencegah serangan brute force baik pada layanan SSH maupun halaman login admin WordPress. Integrasi dengan Prometheus dan Grafana juga berhasil menyajikan data serangan secara real-time, sehingga meningkatkan kemampuan monitoring dan respon insiden.Brute force attacks are a common method used by attackers to breach authentication systems, both on Secure Shell (SSH) services and website login pages such as WordPress. In educational institutions, particularly at the Nurul Fikri Integrated Technology College, authentication system security is crucial for maintaining data confidentiality and integrity. Prior to this research, the system in use was not equipped with an automated defense mechanism capable of responding to brute force attacks quickly and effectively. This research aims to implement Fail2Ban, an open-source application designed to automatically block IP addresses that make failed login attempts exceeding a certain threshold. The research method involved testing two scenarios: an attack on the SSH service using Nmap, and an attack on the WordPress login page using a Python script. The Fail2Ban configuration set the maxretry parameters to five failed attempts, a findtime of 10 minutes, and a bantime of 3 minutes. The test results showed that Fail2Ban successfully blocked the attacker's IP address according to the specified parameters, thus preventing further login attempts. To enhance monitoring capabilities, Fail2Ban is integrated with Prometheus and Grafana using a combination of the Fail2Ban Exporter, Python scripts, and Push Gateway. This integration produces an interactive dashboard that displays metrics such as the number of blocked IP addresses, total failed login attempts, and the status of active blocks. This data visualization allows system administrators to monitor attack activity in real-time and take additional precautions if necessary. Thus, Fail2Ban implementation is not only effective in preventing brute-force attacks but also improves situational awareness and rapid response to security incidents in educational institutions.

Cite

CITATION STYLE

APA

April Rustianto, Arif Fadillah, & Jemiro Kasih. (2025). Pencegahan Dan Visualisasi Serangan Brute Force Menggunakan Fail2ban, Prometheus, dan Grafana Studi Kasus Di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri. Jurnal Publikasi Teknik Informatika, 4(2), 195–209. https://doi.org/10.55606/jupti.v4i2.5144

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free