Abstract
Menelaah keselarasan dan ketidakselarasan antar teks suci dan tradisi hikmat masyarakat lokal adalah langkah penting untuk mengembangkan dialog yang damai dengan asa menurunkan ketegangan dalam konteks sosial, budaya, dan religi Jawa. Dalam dialog ini, sarana yang digunakan adalah studi struktur naratif atas Roma 12:1-2 dan Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Secara khusus, penulis menggunakan metode cross-textual reading untuk membaca struktur aktan dari Algirdas Julien Greimas sebagai jembatan analisis tentang pertobatan dan pembaruan budi. Penerapan cross-textual reading pada teori Greimas dengan fokus pada struktur utama narasi Roma 12:1-2 dan Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu menunjukkan adanya keselarasan yang menjadi modal melakukan dialog, namun juga ketidakselarasan yang menjadi pemerkayaaan dalam dialog antar kisah.
Cite
CITATION STYLE
Sugianto. (2023). Pertobatan dan Pembaruan Budi. Indonesian Journal of Theology, 11(1), 138–164. https://doi.org/10.46567/ijt.v11i1.338
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.