SENSOR TIMBAL BERBASIS POTENSIOMETRI UNTUK MENDETEKSI KADAR TIMBAL DALAM DARAH

  • Novitasari E
  • Anggraeni A
  • Muhiroh -
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
117Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keberadaan timbal di lingkungan yang disebabkan oleh polusi dapat masuk dalam darah. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) batas ambang timbal dalam darah yaitu 4.8×10-7 M. Apabila melebihi batas tersebut maka dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian. Dengan demikian diperlukan kontrol darah secara berkala dengan metode relatif mudah. Pada penelitian ini dikembangkan sensor timbal dalam darah berbasis elektroda selektif ion timbal yang dimodifikasi dengan membran kitosan dan garam timbal sulfida (PbS) sebagai bahan aktif. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum dalam pengembangan sensor ion timbal. Konsentrasi bahan aktif (PbS) yang ditambahkan dalam larutan kitosan yaitu 0,5% sampai 2,5% (b/v). Ketebalan membran yang digunakan yaitu 15 µm; 25 µm; 40 µm; 75 µm. Elektroda diuji pada pH larutan 2; 3; 4 dan 5 dengan konsentrasi larutan standar Pb(NO3)2 10­-8 M hingga 10-1 M. Kinerja optimum elektroda diperoleh pada konsentrasi PbS 1,5% dengan ketebalan membran 15 µm dan pH larutan 4. Bilangan Nernst yang diperoleh yaitu 24,35 mV/dekade dengan kisaran konsentrasi 0,032 ppm hingga 0,322 ppm dan konsentrasi larutan terkecil yang digunakan yaitu 0,032 ppm.

Cite

CITATION STYLE

APA

Novitasari, E., Anggraeni, A. R., Muhiroh, -, Dahlan, M. W., & Mulyasuryani, A. (2017). SENSOR TIMBAL BERBASIS POTENSIOMETRI UNTUK MENDETEKSI KADAR TIMBAL DALAM DARAH. Jurnal Penelitian Saintek, 21(1), 47. https://doi.org/10.21831/jps.v21i1.10828

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free