Abstract
Swamedikasi merupakan upaya seseorang dalam mengobati diri sendiri. Peran tenaga teknis kefarmasian dalam kegiatan swamedikasi sangat penting yaitu tenaga teknis kefarmasian dapat memberikan informasi obat yang jelas kepada pembeli. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat kepada pembeli pada saat akan melakukan swamedikasi. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada tenaga teknis kefarmasian mengenai pengobatan influenza secara swamedikasi serta adanya hubungan karakterisktik demografi tenaga teknis kefarmasian dengan tingkat pengetahuan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini, yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 125 tenaga teknis kefarmasian. Kuesioner dibuat dalam format Google Form kemudian disebar melalui grup WhatsApp tenaga teknis kefarmasian. Data yang terkumpul dilakukan analisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat terdapat hubungan pada tingkat pengetahuan dengan karakteristik tenaga teknis kefarmasian. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan yang kateori baik pada tenaga teknis kefarmasian terdapat pada tenaga teknis kefarmasian yang berumur 17-30 tahun (90,52%), tingkat pendidikan akhir S1 Farmasi (88,4%), jenis kelamin perempuan (91%) dan memiliki masa kerja <5 tahun (91%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square dapat disimpulkan bahwa tidak didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan umur, tingkat pendidikan akhir, jenis kelamin, dan masa kerja.
Cite
CITATION STYLE
Kristiono, O., Rumi, A., & Hardani, R. (2021). Hubungan Pengetahuan Swamedikasi Influenza terhadap Karakteristik Tenaga Teknis Kefarmasian. Jurnal Health Sains, 2(5), 646–654. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i5.164
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.