Collaboration between Indonesia’s Government and UNICEF in Improving Education: The Case of the Early Grade Literacy Program in Papua

  • Hastira M
  • Hastira M
  • Mangiri G
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This article aims to discuss the Indonesian government’s efforts to establish international cooperation in the education sector, with a particular focus on United Nations Children’s Fund (UNICEF). It particularly examines how UNICEF can contribute to addressing literacy challenges in Merauke District, Papua—one of the areas where students exhibit low reading and writing skills in the early years of primary education. From an international relations perspective, it highlights how education diplomacy can strengthen local capabilities through global cooperation, exemplified by UNICEF’s Early Grade Literacy Program. Drawing on interviews and program report analysis, this study revealed a significant reduction in non-readers, from almost half to less than a quarter, while the number of students who could read and comprehend texts fluently almost doubled. Creative engagement, like the use of songs, teaching aids, and parent education campaigns, proved the effectiveness of international cooperation at a local scale. These findings not only support the inclusive education targets in the SDGs but also reinforce the strategic role of education diplomacy in addressing disparities in marginalized areas.  KEYWORDS Education; Indonesia; International Cooperation; Papua; UNICEFAbstrakMasalah literasi di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke, menjadi tantangan serius dengan rendahnya kemampuan membaca dan menulis siswa pada tahap awal pendidikan dasar. Program Early Grade Literacy (EGL) yang diimplementasikan oleh UNICEF hadir untuk meningkatkan kualitas literasi melalui pelatihan guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penilaian kemampuan siswa dengan menggunakan tes Early Grade Reading Assessment (EGRA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pemangku kepentingan lokal dan analisis data sekunder dari laporan program. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kemampuan literasi siswa. Data EGRA awal dan akhir menunjukkan penurunan jumlah siswa yang belum bisa membaca dari 50% menjadi 22% dan peningkatan jumlah siswa yang lancar membaca dengan pemahaman bacaan dari 24% menjadi 47%. Program ini juga melibatkan pendekatan kreatif, seperti lagu dan alat peraga, serta kampanye pendidikan untuk meningkatkan partisipasi orang tua. Temuan-temuan tersebut membuktikan bahwa program EGL mendukung pencapaian target pendidikan inklusif dalam SDGs dan menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.   KATA KUNCI Literasi, Pendidikan Dasar, Program Early Grade Literacy, Papua

Cite

CITATION STYLE

APA

Hastira, M. F., Hastira, Muh. F., & Mangiri, G. K. (2025). Collaboration between Indonesia’s Government and UNICEF in Improving Education: The Case of the Early Grade Literacy Program in Papua. Papua Journal of Diplomacy and International Relations, 5(2), 212–236. https://doi.org/10.31957/pjdir.v5i2.4485

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free