Abstract
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, pemerintah Indonesia mencanangkan program Jamkesmas berbasis DRGs (DiagnosisRelated Groups)yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.Pelayanan kesehatan pada program ini berbasis pada Standar Pelayanan Medis dan Formularium Jamkesmas. Banyak hal yang dapat mempengaruhi peresepan rasional di pelayananmedis. Sehingga penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kesesuaian resep dengan Standar Pelayanan Medis dan Formularium Jamkesmas.Penelitianini menggunakan metodeobservasionalpada 10 besar penyakitdisalah satu Rumah Sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta (RS X). Kesesuaian peresepan dilihat secara kuantitatif dariprosentase kesesuaian dengan menggunakan data resep rawat jalanpasien jamkesmasserta secara kualitatifdengan wawancara mendalam. Penghitungan data resep menggunakan rumus indikator penggunaan obat dari World Health Organization(WHO).Persentase kesesuaian resep dengan SPM pada tiap 10 besar penyakit di RS X bervariasimulai dari 24,3% pada penyakit CHF sampai 82% pada penyakit DM, sedangkan persentase obat yang diresepkan sesuai dengan formularium Jamkesmas mulai dari 49% pada penyakit vertigo sampai 96% pada penyakit hipertensi. Jumlah rata-rata obat per resep 2,7; persentase peresepan obat generik sebesar 85,7%, persentase obat antibiotik 23,3%, persentase obat injeksi 22,0%, dan persentase obat yang masuk DOEN 76,7%.Resep yang diteliti pada 10 besar penyakit belum sepenuhnya sesuai dengan SPMdan formularium Jamkesmas.
Cite
CITATION STYLE
Medisa, D., Danu, S. S., & Rustamaji, R. (2015). KESESUAIAN RESEP DENGAN STANDAR PELAYANAN MEDIS DAN FORMULARIUM JAMKESMAS PADA PASIEN RAWAT JALAN JAMKESMAS. Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(1), 20–28. https://doi.org/10.20885/jif.vol11.iss1.art4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.