Abstract
Riset ini dilakukan untuk menelusuri sejauh mana jejak keandalan konsep Pendidikan Profetik bagi anak yang pernah mencapai puncak keberhasilan di era Islam klasik. Pendidikan Islam dinilai telah mencapai puncaknya di era Islam awal hingga peradaban Islam klasik era dinasti Abbasiyah, namun terjadi tarik menarik antara dua kutub. Di satu sisi faktor politik (kebijakan pendidikan) dinilai menjadi penentu keberhasilan kaderisasi umat Islam Awal, sedangkan Pendidikan Islam dengan basis teologi Iqra’ dinilai sebagai ideologi yang statis. Di sisi lain, Pendidikan Islam dinilai sebagai kunci penentunya karena teologi Iqra menjadi basis bagi pendidikan profetik yang bersifat dinamis. Untuk menangani masalah riset ini, periset menggunakan pendekatan historis, metode analisis induktif dan teori politik kenabian. Hasil riset ini adalah pertama, Pendidikan Profetik bagi anak telah dicontohkan oleh Nabi sendiri dan dikembangkan oleh Khulafa al-Rasyidin hingga Kekhilafahan Umayah dan Abbasiyah sebagai pelanjut Pendidik Profetik; kedua, di era kejayaan Islam terjadi persinggungan antara teologi Iqra’ dan Politik yang melahirkan Dinamika Pendidikan Profetik dengan jalan ittiba’ kepada Nabi secara manhaji (metodis).
Cite
CITATION STYLE
Zaeni, A. Z. (2024). Pendidikan Profetik Bagi Anak Era Klasik Antara Teologi Iqra’ Dan Politik Kenabian. Paedagogie: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 5(01), 35–55. https://doi.org/10.52593/pdg.05.1.03
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.