MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DIALOG PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING SISTEM STAD PADA SISWA KELAS III MI PULOERANG LAKBOK KABUPATEN CIAMIS

  • Yuningsih Y
  • Dodo
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

One of the problems faced by the teacher is the passivity of students in class, in group study in class to express opinions, it can be said that the students' abilities are not yet fluent. not optimal, Indonesian learning achievement is still low, especially in formative tests, summative students are not yet brave enough to answer questions or express opinions, the use of models or approaches in learning is not maximized. The research model is a procedure that describes how this research is carried out. In this class action research, the researcher used the action research model developed by Kemmis and McTaggart (1990:11). Based on the success indicator, namely 75% of the class population scored above the KKM, the action in cycle II was successful. As many as 16 students (88.89%) scored above the KKM. The learning process is further improved, namely students have done peer tutoring and students are more active in learning activities with the teacher. Giving material that has been repeated makes students understand more about the material presented by the teacher. Students who better understand the meaning of the activities carried out by the teacher help friends who do not understand. Thus cooperative learning is achieved. In the pre-action, the dialogue writing skills of class III MI Puloerang Lakbok students were still low. Students who can achieve KKM only 3 children (16.67%). After carrying out the STAD type cooperative learning actions in the first cycle, it produced 8 students (44.44%). Furthermore, in cycle II, there were 16 students (88.89%) who succeeded in achieving the KKM.  BIBLIOGRAPHY Anita Lie. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: Gramedia. Dimyati dan Mudjiono.2009. Belajar dan pembelajaran, Jakarta Rineka Cipta Haryadi dan Zamzani. 1996/ 1997. Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia,     Jakarta. DepDikBud Dirjen Dikti PPTK Isjoni. 2009. Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta Kemmis, San Mc. Taggart, R.1990. The Action Reseach Planner. Deakin University Larry King Bill GILBERT. 2007 Seni berbicara, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Slamet, 2008. Keterampilan-Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press. Suharjono, 1995. Pedoman Karya Tulis Ilmiah, Jakarta : Dep. P & K Suharjono. 2007. PTK sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru, Jakarta : Bumi Aksara Suharsimi Arikunto. 2006 Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : PT Bumi Aksara. UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Bandung : Fokus Media UU RI No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Jakarta : Novindo Pustaka MandiriSalah satu masalah yang dihadapi guru adalah kepasifan siswa di kelas, dalam belajar kelompok di kelas untuk mengeluarkan pendapat, bisa dikatakan kemampuan dalam siswa belum lancar hal ini disebabkan beberapa faktor misalnya, Guru dalam menyampaikan pelajaran bersifat tradisional yaitu menggunakan metode ceramah saja, pemanfaaatan media pembelajaran belum maksimal, prestasi belajar Bahasa Indonesia masih rendah terutama dalam ulangan formatif, sumatif siswa belum berani menjawab pertanyaan ataupun mengeluarkan pendapat, penggunaan model atau pendekatan dalam pembelajaran belum maksimal. Model penelitian adalah prosedur yang menggambarkan bagaimana penelitian ini dilaksanakan. Dalam penelitian ini tindakan kelas ini, peneliti menggunakan model penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart (1990:11). Berdasarkan indikator keberhasilan yaitu 75 % dari populasi kelas mendapat nilai di atas KKM maka tindakan pada siklus II telah berhasil. Sebanyak 16 siswa (88,89%) mendapat nilai di atas KKM. Proses pembelajaran lebih meningkat yaitu siswa sudah melakukan tutor sejawat dan siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran bersama guru. Pemberian materi yang telah berulang membuat siswa menjadi lebih paham mengenai materi yang disajikan oleh guru. Siswa yang lebih paham maksud dari kegiatan yang dilaksanakan oleh guru membantu teman yang belum paham. Dengan demikian pembelajaran cooperative tercapai. Pada pratindakan, keterampilan menulis dialog siswa kelas III MI Puloerang Lakbok masih rendah. Siswa yang dapat mencapai KKM hanya 3 anak (16,67 %). Setelah melaksanakan tindakan pembelajaran cooperative tipe STAD pada siklus I menghasilkan 8 siswa (44,44 %) . Selanjutnya pada siklus II, siswa yang berhasil mencapai KKM ada 16 siswa (88,89%). Guru sebaiknya lebih menguasasi teori keterampilan menulis. DAFTAR PUSTAKA Anita Lie. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: Gramedia. Dimyati dan Mudjiono.2009. Belajar dan pembelajaran, Jakarta Rineka Cipta Haryadi dan Zamzani. 1996/ 1997. Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia,     Jakarta. DepDikBud Dirjen Dikti PPTK Isjoni. 2009. Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta Kemmis, San Mc. Taggart, R.1990. The Action Reseach Planner. Deakin University Larry King Bill GILBERT. 2007 Seni berbicara, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Slamet, 2008. Keterampilan-Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press. Suharjono, 1995. Pedoman Karya Tulis Ilmiah, Jakarta : Dep. P & K Suharjono. 2007. PTK sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru, Jakarta : Bumi Aksara Suharsimi Arikunto. 2006 Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : PT Bumi Aksara. UU RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Bandung : Fokus Media UU RI No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Jakarta : Novindo Pustaka Mandiri

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuningsih, Y., & Dodo. (2024). MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DIALOG PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING SISTEM STAD PADA SISWA KELAS III MI PULOERANG LAKBOK KABUPATEN CIAMIS. Jurnal Garasi Buku Dan Obrolan Keilmuan, 1(1), 27–43. https://doi.org/10.62475/pzmhhq80

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free