Abstract
Banjir yang terjadi di Desa Tumbang Nusa dapat terjadi karena curah hujan yang tinggi, intensitas, atau akibat penggunaan lahan yang salah di daerah hulu. Selain itu banjir juga dapat disebabkan oleh perubahan iklim, gangguan pengaliran air hujan di dalam sungai, pengurangan luas permukaan tanah yang menyerap air karena banyak berdirinya bangunan dan terjadinya kerusakan hutan, meluapnya sungai-sungai utama yang melalui daerah pemukiman dan perkotaan, akibat intensitas curah hujan yang tinggi di daerah hulu sungai yang juga sering menyebabkan banjir. Berdasarkan uraian tersebut di atas perlu dilakukan usaha untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Kondisi aliran pada saluran Primer Kelurahan Kameloh Kota Palangka Raya dengan debit banjir berdasarkan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu untuk Periode Ulang Q2 tahun = 150,0 m3/detik dan untuk Periode Ulang Q25 tahun = 221,24 m3/detik. Berdasarkan simulasi menggunakan aplikasi Hec-Ras untuk perkiraan 2 tahun dan 25 tahun mendatang, saluran masih aman dari banjir hanya saja beberapa titik stasiun terdapat genangan air di kiri dan kanannya dikarenakan elevasi yang rendah.
Cite
CITATION STYLE
Yulindra, D., Respati, R., & Saputra, N. A. (2025). Evaluasi Aliran Air Menggunakan Aplikasi HEC-RAS pada Saluran Primer di Kelurahan Kameloh Kota Palangka Raya. Jurnal Komposit, 9(1), 233–238. https://doi.org/10.32832/komposit.v9i1.9164
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.