Abstract
Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan di dunia yang menempati urutan kedua sebagai penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mycobacterium tuberculosis menyerang organ paru-paru 80%, sedangkan 20% lainnya menyerang organ luar paru seperti selaput otak, tulang, ginjal, rongga perut, kelenjar getah bening ataupun bagian tubuh lainnya termasuk kulit dan pleura. Penyebaran TB ke organ ekstra paru tergantung pada sistem kekebalan tubuh seluler, terutama sel T – helper (respon TH1). Imunitas seluler lebih berperan aktif daripada humoral dikarenakan imunitas seluler sebagai fungsi utama leukosit diaktifkan dan terjadi peningkatan sebagai sistem pertahanan imun tubuh yang berfungsi untuk menahan atau menyingkirkan benda asing yang berpotensi merugikan. Namun, berdasarkan klasifikasi tingkat keparahan pada TB ekstra paru dapat mempengaruhi hubungan kadar limfosit dan monosit bahwa pasien TB berat akan mengalami penurunan jumlah CD 4+dan CD 8+. Hal ini merupakan tanda terjadinya supresi imunitas seluler pada pasien.
Cite
CITATION STYLE
Nabilah, R. (2020). HUBUNGAN KADAR LIMFOSIT DAN MONOSIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS EKSTRA PARU. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7(3). https://doi.org/10.33024/jikk.v7i3.2960
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.