Abstract
Setiap universitas berusaha mencapai atau mempertahankan akreditasi unggul. Mahasiswa yang lulus dengan predikat memuaskan berperan penting dalam menentukan akreditasi tersebut. Menurut BAN-PT 2021, universitas dianggap unggul jika memiliki mahasiswa dengan masa studi maksimal 4,5 tahun dan IPK rata-rata ≥ 3,25. Salah satu cara untuk mempertahankannya adalah dengan mengelola persebaran kuota jalur masuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana variabel IPK, masa studi, dan jalur masuk pada data wisudawan berhubungan satu sama lain. Untuk mendapatkan pola asosiasi antar variabel tersebut maka digunakanlah FP-Growth. Selanjutnya, persentase distribusi kuota dihitung menggunakan Fuzzy Tsukamoto. Dari penelitian ini didapatkan akurasi model sebesar 94.42% dan nilai presisi 62.5%, yang menandakan bahwa metode yang digunakan efektif dalam membantu menentukan distribusi kuota yang optimal untuk PMB. Dengan demikian, hasil ini dapat digunakan untuk mendukung kebijakan universitas dalam menentukan persebaran kuota yang lebih tepat guna mendukung pencapaian akreditasi unggul.
Cite
CITATION STYLE
Khairunnisa, N., Jumadi, J., & Taufik, I. (2025). IMPLEMENTASI FP-GROWTH DAN FUZZY TSUKAMOTO UNTUK MENENTUKAN PERSENTASE KUOTA JALUR MASUK PERGURUAN TINGGI. SKANIKA: Sistem Komputer Dan Teknik Informatika, 8(1), 121–132. https://doi.org/10.36080/skanika.v8i1.3337
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.