Abstract
Permasalahan stunting masih menjadi perhatian dan salah satu penyebabnya adalah ketidaksiapan pasangan akibat menikah dini. Menurut data United Nations Children’s Fund (UNICEF) tahun 2023, Indonesia berada di posisi keempat dengan jumlah kasus pernikahan anak terbanyak di dunia yaitu sebanyak 25,53 juta kasus. Sementara itu, Indonesia membutuhkan remaja-remaja berkualitas dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran diri remaja terhadap pentingnya pencegahan pernikahan dini melalui edukasi tahap perkembangan psikososial remaja dan pendewasaan usia perkawinan. Program ini melibatkan 37 remaja kelas XI dan XII di SMK Puspita Medika Kota Depok. Pelaksanaan program terdiri dari dua sesi. Sesi pertama yaitu edukasi mengenai tahap perkembangan psikososial remaja dan ancaman pergaulan bebas remaja, sementara sesi kedua membahas mengenai pendewasaan usia perkawinan dan perencanaan hidup remaja. Pengukuran keberhasilan dilakukan dengan pretest, post-test, dan Challenge terkait materi program. Hasil dari ketiga tes tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai tahap perkembangan psikosial remaja dan pendewasaan usia perkawinan.
Cite
CITATION STYLE
Vebriani, V., Herawati, T., & Saprudin, S. (2024). Peningkatan Kualitas Remaja dan Pencegahan Stunting melalui Program Remaja Sadar dan Kreatif Anti Pernikahan Dini di SMK Puspita Medika, Kelurahan Cilangkap, Kota Depok, Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 2(6), 701–710. https://doi.org/10.54082/jpmii.622
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.