Abstract
Keadaan kemunduran kondisi lansia dapat menimbulkan gangguan keseimbangan sehingga membawa lansia kearah kemerosotan yang progresif terutama aspek psikologis. Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat terhadap sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama, aktifitas digunakan sebagai terapi dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Didalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien berlatih prilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaktif. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen design menggunakan pre-post test control group. Sampel digunakan dengan purposive sampling berjumlah 40 orang. Pengambilan data menggunakan teknik observasi dan wawancara terbimbing. Lembar observasi psikososial lanjut usia dikembangkan menjadi 18 pengamatan dan setiap pengamatan diperlukan pilihan alternatif jawaban. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji data diperoleh p-value 0,000, maka H1 diterima dan H0 ditolak karena nilai p kurang dari 0,05 artinya terdapat Pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi Sensori Terhadap Psikososial Lanjut Usia di Panti Werdha Himo-Himo Kota Ternate tahun 2019. Aktifitas kelompok stimulasi sensori sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan lansia dan harus yang disenangi lansia dan sesuai dengan kondisinya
Cite
CITATION STYLE
Krisnawati, A. (2020). Pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi Sensori Terhadap Psikososial Lanjut Usia Di Panti Werdha Himo-Himo Kota Ternate Tahun 2019. Jurnal Kesehatan, 13(2), 113–117. https://doi.org/10.32763/juke.v13i2.271
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.