Kompressibilitas Lempung Ekspansif Yang Distabilisasi dengan Fly Ash Akibat Siklus Pembasahan Pengeringan Berulang

  • Sulistyowati T
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang mempunyai sifat kembang susut tinggi apabila terjadi perubahan kadar air. Tanah jenis ini banyak ditemukan di Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan. Salah satu metode untuk memperbaiki kondisi tanah ekspansif, yaitu dengan stabilisasi secara kimiawi menggunakan fly ash. Karena fly ash mengandung silika dan aluminat sebagai bahan puzzolan, sehingga dapat meningkatkan kekuatan daya dukung dan memperkecil kompressibilitas tanah. Namun di daerah beriklim tropis, perubahan musim menyebabkan terjadinya perubahan kadar air karena proses pembasahan-pengeringan berulang, sehingga dapat mengakibatkan perubahan kekuatan dan kompressibilitas tanah lempung ekspansif yang telah distabilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh siklus pembasahan-pengeringan berulang terhadap kompressibilitas tanah lempung ekspansif yang telah distabilisasi dengan fly ash. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental di laboratorium dengan sampel tanah dari desa Tanak Awu Kecamatan Penujak, Lombok Tengah dan fly ash dari PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Tanah lempung ekspansif distabilisasi dengan fly ash (5%, 10%, 15%, 20%) dan dipadatkan dengan kadar air optimum untuk mendapatkan persentase fly ash yang efektif sebagai bahan stabilisator. Proses pembasahan-pengeringan dilakukan terhadap tanah lempung + fly ash efektif, dengan pengulangan siklus 2x, 4x, dan 6x. Persentase pembasahan adalah 25%, 50%, 75% dan 100% (Winundasi -Woptimum) sedangkan persentase pengeringan adalah kering udara 25%, 50%, 75% dan 100%. Selanjutnya dilakukan pengujian konsolidasi pada kondisi sebelum dan setelah siklus pembasahan-pengeringan berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase campuran fly ash yang efektif sebagai bahan stabilisasi adalah 15%, dipadatkan dengan gdmaks = 1,365 gr/cm3 dan wopt = 21%. Siklus pembasahan-pengeringan berulang mempengaruhi kompressibilitas tanah lempung ekspansif yang telah distabilisasi dengan 15% fly ash. Semakin besar jumlah siklus pembasahan-pengeringan mengakibatkan penurunan nilai indeks kompressibilitas (Cc) dan meningkatkan nilai indeks pengembangan (Cs). Karena setelah proses pembasahan-pengeringan terjadi peningkatan angka pori tanah yang menyebabkan potensi untuk mengalami pengembangan menjadi lebih besar dan penurunan yang terjadi juga meningkat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulistyowati, T. (2023). Kompressibilitas Lempung Ekspansif Yang Distabilisasi dengan Fly Ash Akibat Siklus Pembasahan Pengeringan Berulang. Jurnal Konstruksi, 21(1), 137–147. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.21-1.1303

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free