Abstract
Ilm al-Kalam, sebagai sebuah disiplin ilmu teologi Islam, telah berevolusi sebagai respons terhadap dinamika zaman. Rekonstruksi Ilm al-Kalam dalam konteks Islam kontemporer telah menjadi sebuah keniscayaan untuk menjawab tantangan modernitas, sekularisme, dan pluralisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Ilm al-Kalam dapat diadaptasi tanpa kehilangan esensi teologisnya. Dengan menggunakan pendekatan historis dan analisis kualitatif, penelitian ini mengkaji peran Ilm al-Kalam dalam menjawab isu-isu kontemporer dan bagaimana pemikiran teologis dapat tetap relevan dalam menjawab realitas modern. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ilmu Kalam dapat tetap menjadi ilmu yang dinamis dan aplikatif dalam kehidupan umat Islam. Oleh karena itu, perlu adanya upaya kolaborasi antara para ulama dan intelektual Muslim dalam merekonstruksi ilmu Kalam agar tetap relevan dengan realitas zaman sekarang. Dialog antarumat beragama juga harus terus ditingkatkan untuk memperkuat pemahaman bersama dan mencegah terjadinya konflik yang tidak perlu. Dengan demikian, Islam dapat terus menjadi rahmat bagi seluruh alam dan memberikan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi umat manusia saat ini. Kesimpulan, Ilm al-Kalam harus tetap berpijak pada wahyu ilahi dan nalar rasional sekaligus terbuka pada dinamika sosial untuk mempertahankan relevansinya di era modern.
Cite
CITATION STYLE
Pauzi. (2025). Rekonstruksi Ilmu Kalam Dalam Konteks Islam Kontemporer: Upaya Menyelaraskan Tradisi Dan Rasionalitas. QAZI : Journal of Islamic Studies, 1(2), 72–77. https://doi.org/10.61104/qazi.v1i2.3
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.