Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan linear trap barrier system (LTBS) terhadap intensitas serangan tikus sawah. Lokasi pemasangan LTBS merupakan suatu hamparan sawah yang bebatasan dengan habitat tepi kampung. Sebanyak 3 (tiga) unit LTBS dipasang pada habitat tepi kampung dengan 3 waktu pemasangan yang berbeda, yaitu pada fase vegetatif, fase awal generatif, dan fase akhir generatif. LTBS dipasang selama 25 hari pada setiap waktu pemasangan, kemudian pada pemasangan selanjutnya LTBS dipindahkan sejauh ± 200 m dari posisi sebelumnya. Variabel yang diamati adalah jumlah tangkapan tikus sawah dan intesitas serangannya. Pengamatan hasil tangkapan LTBS dilakukan setiap hari, yaitu dengan cara menghitung jumlah tikus yang tertangkap. Adapun pengamatan intensitas serangan tikus sawah dilakukan secara sistematis menggunakan metode double diagonal dengan 25 sampel rumpun padi untuk setiap irisan diagonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan tikus sawah pada lahan yang dipasangi LTBS lebih rendah dibandingkan dengan lahan yang tidak dipasangi LTBS. Sementara itu, jumlah tangkapan tikus dan intensitas serangan tertinggi didapatkan pada saat fase awal generatif tanaman padi.
Cite
CITATION STYLE
Siregar, H. M., Priyambodo, S., & Hindayana, D. (2022). Pengaruh Penggunaan Linear Trap Barrier System terhadap Intensitas Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer). Agronomika: Jurnal Budidaya Pertanian Berkelanjutan, 21(2), 36. https://doi.org/10.20884/agronomika.v21i2.6890
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.