Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menggunakan Mesin Pencacah dalam Upaya Pemanfaatannya sebagai Produk Tepat Guna di Desa Candimulyo - Dolopo - Madiun

  • Astuti F
  • Pratapa S
  • Suasmoro S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
166Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Produksi buah kelapa Indonesia rata-rata 15,5 miliar butir/tahun, setara 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut, dan 3,3 juta ton debu sabut. Sabut kelapa merupakan hasil samping dari buah kelapa yang berpotensi cukup besar. Saat ini pemanfaatannya masih belum optimal bahkan cenderung menjadi limbah lingkungan. Pemanfaatan mesin pencacah untuk pengolahan lebih lanjut sabut kelapa menjadi produk tepat guna misalnya: serat sabut kelapa (cocofiber) dan serbuk sabut kelapa (cocopeat) yang merupakan dua produk turunan dari sabut kelapa yang melalui beberapa penelitian dapat diolah menjadi material pendukung interior dan furnitur. Dengan demikian, maka limbah sabut kelapa dapat menjadi lebih bernilai ekonomis yang tentunya sangat berdampak positif pada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penghasil kelapa. Sasaran masyarakat dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Candimulyo, Dolopo, Madiun yang mana terdapat pengepul kelapa dan sentra distribusi kelapa di desa tersebut. Produk mesin pencacah yang dibuat bekerjasama dengan industri diharapkan menjadi produk dari perguruan tinggi yang dapat diimplementasikan langsung dan bermanfaat dalam jangka panjang untuk mitra.

Cite

CITATION STYLE

APA

Astuti, F., Pratapa, S., Suasmoro, S., Triwikantoro, T., & Cahyono, Y. (2023). Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menggunakan Mesin Pencacah dalam Upaya Pemanfaatannya sebagai Produk Tepat Guna di Desa Candimulyo - Dolopo - Madiun. Sewagati, 7(3). https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i3.504

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free