Sang Pemimpi

  • Halimun I
N/ACitations
Citations of this article
163Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ia mengenali karya seni sejak dini, lantaran sang ayah kerap mempertunjukkan karya lukis, baik yang asli maupun yang tertera dalam buku atau majalah. Dalam masa yang sama, pamannya yang musisi pun memperkenalkannya pada seni musik. Pengalaman estetik itu mengendap dalam ruang memori Syakieb Sungkar. Stimulus itu kemudian dikembangkannya dengan mengoleksi banyak buku seni rupa dan piringan hitam. Perlahan ia menjadi apresiator sejati. Hal itu didukung oleh karakternya yang ‘nakal’ dan selalu ingin tahu berbagai hal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Halimun, I. (2023). Sang Pemimpi. Dekonstruksi, 9(03), 105–107. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v9i03.177

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free