Abstract
Maluku pasca konflik sosial Masyarakat kini tinggal terkotak-kotak, pada wilaya wilaya tertentu berdasarkan kelompok dan golongan. Namun dalam kehidupan sehari-hari, interaksi antar kelompok sudah berjalan “normal”. Tapi, untuk tinggal berbaur dengan kelompok yang berbeda, masih dirasakan kurang “nyaman”. Kelompok tertentu, yang umumnya bekerja sebagai pedagang, menunggu situasi kondusif. Semua data dan informasi mengenai konflik sosial dikemas melalui sebuah perangkat metode penelitian kualitatif yang menurut peneliti sangat efekif dalam rangka merealisir tujuan penelitian ini. Melalui teknik obsevasi langsung, Disamping itu penulis juga menggunakan metode wawancara mendalam, terutama terhadap beberapa orang informasi kunci yang ditentukan secara sengaja sesuai kebutuhan penelitian ini. Melalui perangkat metode-metode itulah, hasil penelitian ini dapat disajikan melalui penelitian ini. Atas dasar itulah penulis bermaksud membuat analisis secara lengkap dan konprehansif, diantaranya situasi pasca konflik sosial dapat berpengaruh pada pembelajaran PKn di sekolah dan peran masyarakat orang tua atau kelauarga dan berbagai pihak yang berkompeten dalam meberikan pembinaan kepada siswa pasca konflik sosial Maluku. PKn dalam membentuk sikap siswa secara inovatif dalam tujuan dengan formatnya, sehingga para guru merasa keleluasan untuk menentukan pilihan metode pembelajaran PKn benar-benar membina dan membentuk watak sikap karakter siswa yang demokrastis dan bersikap menghargai orang lain dan sadar akan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kata Kunci: Konflik Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan.
Cite
CITATION STYLE
Tuhuteru, L. (2021). PENGARUH SITUASI PASCA KONFLIK SOSIAL TERHADAP PEMBELAJARAN PKn di SEKOLAH. JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1), 50–66. https://doi.org/10.31932/jpk.v6i1.1167
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.