POTENSI RUMPUT LAUT MERAH (GRACILARIA GIGAS) DAN PENAMBAHAN DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN NORI

  • Pamungkas P
  • Yuwono S
  • Fibrianto K
N/ACitations
Citations of this article
84Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bahan baku nori umunya rumput laut jenis Porphyra, yang sulit ditemukan dan dibudi- dayakan di Indonesia. Kelangkaan rumput laut jenis ini diakibatkan karena Indonesia mengim- por nori kepada negara lain, yang mencapai 2 Milyar per tahun. Rumput laut merah jenis Graci- laria gigas banyak ditemukan di Indonesia dengan penambahan daun kenikir dapat dijadikan alternatif sebagai bahan baku pembuatan nori. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan rumput laut merah Gracilaria gigas dan daun kenikir sebagai bahan baku pembuatan nori sehingga men- dapatkan karakteristik fisik, kimia dengan atribut sensori yang dapat diterima konsumen. Pe- nelitian menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu ukuran mesh penyaringan dan konsentrasi daun kenikir yang ditambahkan. Hasil peneli- tian menunjukkan bahwa perlakuan penyaringan ukuran 60 mesh dan konsentrasi daun kenikir 5% menghasilkan nori Gracilaria gigas terbaik. Pada hasil analisis karakteristik kimia diperoleh nilai kadar air 11,04%, kadar abu 6,77%, kadar protein 22,44%, kadar lemak 0,85%, karbohidrat 58,91%, serat kasar 9,41%, dan aktivitas antioksidan IC50 38,796 mg AAE/g. Pada hasil analisis karakteristik fisik diperoleh ketebalan 0,11 mm, kuat tarik 11,23 N, elongasi 0,65 cm, warna L 42,0, warna a sebesar -0,20, serta warna b sebesar 4,3. Berdasarkan hasil analisis sensori meng- gunakan RATA (Rate All That Apply) dengan 100 panelis konsumen menunjukkan nori Gracilaria gigas tidak berbeda dengan nori komersil dan dapat diterima konsumen

Cite

CITATION STYLE

APA

Pamungkas, P. P., Yuwono, S. S., & Fibrianto, K. (2019). POTENSI RUMPUT LAUT MERAH (GRACILARIA GIGAS) DAN PENAMBAHAN DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN NORI. Jurnal Teknologi Pertanian, 20(3), 171–180. https://doi.org/10.21776/ub.jtp.2019.020.03.4

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free