Moderinisasi Kehidupan Spiritual (Studi Literatur terhadap Agama Digital di Ruang Digital)

  • Ningrum A
  • Kholis M
N/ACitations
Citations of this article
97Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Agama digital merupakan wajah kehidupan spiritualitas manusia yang terintegrasi dalam ruang digital. Zaluchu (2024) menjelaskan bahwa agama digital merupakan produk budaya modern yang karakteristiknya yaitu teknologi digital. Agama digital menurut Campbell dkk (2013) adalah bentuk kehadiran agama yang diekspresikan secara online oleh komunitas-komunitas spiritual dan memuat ritual baru yang menyatukan antara teknologi dan kehidupan spiritual itu sendiri. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi literatur yang mengadaptasi garis besar dari model pencarian literatur menurut Ridley (2012) yang terdiri dari tahap eksplorasi perpustakaan digital; menentukan kata kunci untuk menemukan jurnal maupun artikel ilmiah dengan tema yang sesuai; dan menggunakan teknik snowball untuk memperluas cakupan eksplorasi literatur. Adapun hasil studi menunjukan bahwa agama digital bukan aliran agama baru, melainkan sebuah praktik spiritualitas yang memanfaatkan ruang digital sebagai medium untuk mereka mengaktualisasikan ritual, nilai, dan memperluas jaringan komunitas melalui internet. Dengan meminjam pemikiran Durkheim, temuan kedua menjelaskan tentang peran ruang digital sebagai arena kehidupan spiritualitas yang baru.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ningrum, A. J., & Kholis, Moh. A. (2024). Moderinisasi Kehidupan Spiritual (Studi Literatur terhadap Agama Digital di Ruang Digital). Jurnal Partisipatoris, 5(2). https://doi.org/10.22219/jp.v5i2.35150

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free