Analisa Gangguan Konduksi pada Terminal Utama Lampu Hemat Energi

  • Wirapraja A
  • Wulandari I
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lampu hemat energi (LHE) tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat saat ini. Lampu hemat energi mempunyai beberapa kelebihan yaitu cahaya yang terang dan konsumsi energi yang rendah. Lampu hemat energi juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah medan magnet yang dihasilkan oleh komponen pasif yang terdapat pada ballast elektronik. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi konduksi yang dihasilkan oleh lampu hemat energi. Penelitian ini menggunakan dua kelompok lampu hemat energi yaitu LHE dengan harga ≤ Rp10.000,- dan > Rp10.000,-. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui emisi konduksi lampu hemat energi yang beredar di Indonesia berdasarkan harganya. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 15 yaitu mains terminal disturbance voltage. Pada LHE dengan harga ≤ Rp10.000, semua lampu memiliki nilai quasipeak yang melebihi batas limit yang digunakan. 64% sampel yang diuji, memiliki nilaiquasipeakyang melebihi batas limit yang ada pada CISPR 15.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wirapraja, A. Y., & Wulandari, I. P. (2017). Analisa Gangguan Konduksi pada Terminal Utama Lampu Hemat Energi. Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri, 2(1). https://doi.org/10.36048/jtpii.v2i1.2103

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free