Abstract
Salah satu aspek penting dalam mendeteksi perubahan iklim yaitu dengan menganalisis perubahan variabel meteorologi seperti curah hujan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perubahan iklim secara sederhana di Sentani menggunakan data curah hujan periode 1991 – 2020. Metode yang digunakan yaitu analisis secara kualitatif terkait pergeseran awal musim hujan dan kemarau pada periode 1 (1991 – 2005) dan periode 2 (2006 – 2020) terhadap normal klimatologinya. Kemudian membandingkan perubahan distribusi frekuensi pada masing – masing periode dan dilakukan uji statistik Mann Whitney untuk menguji signifikansi dari rata – rata curah hujan pada setiap periode. Selain itu untuk mendeteksi adanya perubahan kecenderungan digunakan uji Mann Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran pola musim dari normalnya dimana awal musim kemarau cenderung datang lebih awal dan awal musim hujan datang lebih lambat dari kondisi normal. Terjadi peningkatan intensitas curah hujan pada periode 2 dimana berdasarkan distribui frekuensi, curah hujan pada periode 1 memiliki interval maksimum sebesar 250 – 300 mm/dasarian sedangkan pada periode 2 nilai maksimum dari interval curah hujan mencapai 400 – 450 mm/dasarian. Hasil uji statistik Mann whitney dan Mann Kendall mengkonfirmasi perbedaan yang siginifikan rata – rata curah hujan antara dua periode tersebut dan kenaikan curah hujan yang siginifikan selama 30 tahun terakhir.
Cite
CITATION STYLE
Pattipeilohy, W. J., Barung, F. M., & Ronsumbre, E. Y. (2024). Analisis Analisis Perubahan Pola Musim dan Distribusi Frekuensi Curah Hujan di Sentani. Buletin GAW Bariri, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.31172/bgb.v5i1.92
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.