KONFLIK INTERNAL ANTARA PEMERINTAH INDONESIA DENGAN GERAKAN SEPARATIS DI PAPUA

  • Putri Mardiani I
  • Anisah I
  • Hasibuan M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
236Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui Propaganda Gerakan Papua Merdeka yang dilaksanakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui media cetak dan online menjadikan pesan-pesan OPM menyebar dengan cepat dan luas ke tengah-tengah masyarakat global, sehingga OPM cenderung mendapat perhatian dan dukungan dari dunia Internasional. Setelah terjadinya penyerangan kepada warga sipil oleh salah satu faksi OPM di Kabupaten Nduga, Papua, berbagai media, salah satunya portal utama media online OPM, freewestpapua.org, memberitakan kasus tersebut sesuai dengan perspektif masing-masing. Oleh karena gerakan OPM bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu menjadi penting untuk kita mengetahui bagaimana OPM mencitrakan Pemerintah Indonesia dalam berita mengenai kasus tersebut. Setelah dilakukan analisis wacana kritis model Van Dijk terhadap teks berita yang dipilih secara purposif dari situs web freewestpapua.org, disimpulkan bahwa baik dalam struktur teks Makro, Superstruktur, maupun Mikro, meskipun pelaku penyerangan warga sipil adalah OPM sendiri, dan korbannya bukan orang Papua,  situs propaganda online OPM, tetap mencitrakan Indonesia sebagai penjajah yang sadis, brutal, licik, dan biadab. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif yang dilandaskan oleh Teori dan penjelasan. Guna dari dipilihnya metode ini adalah untuk menilai terhadap bagaimana kondisi obyek yang alami.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri Mardiani, I., Anisah, I., Hasibuan, M., & Fadilah, N. (2021). KONFLIK INTERNAL ANTARA PEMERINTAH INDONESIA DENGAN GERAKAN SEPARATIS DI PAPUA. Jurnal Syntax Fusion, 1(2), 49–57. https://doi.org/10.54543/fusion.v1i2.12

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free