Daya Saing Biji Kakao di Pasar Malaysia

  • Nurun Nisa' D
  • Darsono D
  • Antriyandarti E
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di pasar Malaysia, biji kakao Indonesia bersaing dengan biji kakao dari negara-negara di Afrika Barat yang memiliki standar kualitas yang tinggi dan lebih disukai oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekspor, produksi, produktivitas kakao, posisi perdagangan dan daya saing biji kakao Indonesia dengan pesaingnya di negara-negara Afrika Barat (Pantai Gading, Ghana, dan Nigeria). Metode penelitian ini menggunakan Trade Specialization Index (TSI), Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), dan X-Model. Data yang digunakan adalah dari tahun 2000 - 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi perdagangan biji kakao di Indonesia, Pantai Gading, dan Ghana berada pada posisi pertumbuhan ekspor (nilai TSI meningkat antara 0-1). Sementara itu, Nigeria berada pada posisi kematangan ekspor (nilai ISP menurun antara 0 - 1). Rata-rata indeks RCA biji kakao: a). Indonesia = 3,92 ; b). Pantai Gading = 1,44; c). Ghana = 7,28; dan d). Nigeria = 173,13. Berdasarkan hasil EPD, Indonesia berada di posisi Lost Oppurtunity, Pantai Gading di posisi Falling Star, Ghana di posisi Retreat, dan Nigeria di posisi Rising Star.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurun Nisa’, D. P. J. I., Darsono, D., & Antriyandarti, E. (2023). Daya Saing Biji Kakao di Pasar Malaysia. Jurnal Kawistara, 13(2), 222. https://doi.org/10.22146/kawistara.77200

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free