Abstract
Biji wijen merupakan salahsatubahan nabati yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan produk olahan wijen adalah dengan fermentasi seperti olahan susu dalam bentuk yoghurt. Namun pada proses pembuatan yoghurt, susu wijen tidak mampu membentuk gel sehingga perlu adanya penambahan gelling agent untuk membantu pembentukan gel pada yoghurt susu wijen. Salah satu bahan pembentuk gel tersebut adalah susu skim. Dengan adanya penambahan skim dalam proses pembuatan yoghurt diharapkan dapat memperbaiki tekstur yoghurt yang dihasilkan, sehingga dapat menemukan formulasi terbaik yang disukai konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama persentasebijiwijen (8, 10, dan 12%) sedangkan faktor yang kedua persentase susu skim (2, 4, dan 6%). Hasil penelitian yang optimal adalah kombinasi perlakuan persentase biji wijen 12% dan persentase susu skim 6%. Yoghurt susu wijen tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut: aktivitas antioksidan 44,99%; kadar protein 11,70%; gula total 4,70%; pH 4,9; kadar lemak 1,33%; warna ungu (3,73); rasa asam (3,07), tekstur agak cair (2,27), aroma sedikit aroma yoghurt (2,73) dan panelis suka (3,00).
Cite
CITATION STYLE
Nanik Suhartatik, R. K. I., Linda Kurniawati &. (2019). KARAKTERISTIK YOGHURT SUSU WIJEN (Sesamun indicum L.) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN SUSU SKIM. JURNAL TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PANGAN, 3(2). https://doi.org/10.33061/jitipari.v3i2.2691
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.