KAJIAN SOTERIOLOGI DALAM TEOLOGI UNIVERSALISME, CALVINISME, DAN ARMINIANISME SERTA KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

  • Jura D
N/ACitations
Citations of this article
211Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Soteriologi adalah konsep penting dalam kajian teologi Kristen. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kata sótérios (ζωηήριον) yang artinya Keselamatan. Kata sótérios (ζωηήριον) ini berasal dari dua kata yaitu: sótér (ζωηήρ) yang berarti Penyelamat dan logia (λόγια) adalah Perkataan. Dengan demikian maka dalam segi etimologi, kata Soteriologi berarti ajaran tentang keselamatan manusia.Berdasarkan kajian hermeneutika, ada beberapa teori yang berkaitan dengan soteriologi. ikut memberi warna dalam kajian teologi tentang doktrin keselamatan ini. Walaupun doktrin Soteriologi Kristen terdiri atas beberapa kelompok dengan tekanan keyakinannya masing-masing, namun kesemuanya itu tidak mengabaikan peran Yesus Kristus sebagai juruselamat umat manusia.Kelompok Universalisme Kristen yang percaya bahwa keselamatan itu bersifat universal; artinya pada akhirnya semua orang diselamatkan. Kelompok Calvinisme yang menekankan aspek Kedaulatan Allah, sangat tegas menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat dunia; dan melaluiNya, setiap orang yang terpilih sejak masa kekekalan itu akan diselamatkan karena iman dan kepercayaannya akan Tuhan Yesus Kristus, dan kaum Armenianisme dengan tekanan Kehendak Bebas, dimana aspek manusia dipandang menentukan keselamatannya namun jalannya tetap ada didalam Yesus Kristus. Kelompok Armenianisme percaya bahwa manusia berkehendak bebas dan itu asalnya dari Tuhan, dan dalam kehendak bebas itulah maka seseorang terselamatkan karena ia percaya kepada Kristus. Walaupun memiliki teori dan tekanan yang berbeda dalam argumentasi soteriologi-nya, yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat umat manusia.Soteriologi Kristen yang muncul sebagai bagian dari hasil kajian hermeneutika para ahli teologi itu, sesungguhnya mampu memperkaya nuansa teologi seseorang, termasuk para guru yang terlibat dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Studi teologi Soteriologi yang beragam tersebut tidaklah perlu dipermasalahkan sebab intissari dari Soteriologi Kristen tidak digugat sama sekali. Keselamatan hanya ada dalam diri Yesus Kristus merupakan keputusan bersama dan final. Itulah sebabnya, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ajaran bahwa keselamatan hanya melalui Yesus Kristus menjadi pokok dalam studi Soteriologi dan hal itu wajib dijabarkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.Kata Kunci: Arminianisme, Calvinisme, Pendidikan Agama Kristen, Soteriologi, Teologi, Universalisme

Cite

CITATION STYLE

APA

Jura, D. (2017). KAJIAN SOTERIOLOGI DALAM TEOLOGI UNIVERSALISME, CALVINISME, DAN ARMINIANISME SERTA KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN. Jurnal Shanan, 1(2), 21–57. https://doi.org/10.33541/shanan.v1i2.1484

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free