Strategi Pengembangan Kawasan Metropolitan REBANA Menggunakan Interpretative Structural Modelling (Studi Kasus: Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon)

  • Setiawan E
  • Chalil T
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengembangan kawasan Metropolitan REBANA (Cirebon- Patimban dan Subang) melibatkan berbagai aktor kepentingan dari kab/kota, propinsi dan pemerintah pusat. Masifnya keterlibatan lembaga, seringkali membawa kepentingan sektoral sehingga keterpaduan pembangunan sulit tercapai. Untuk menghadirkan keterpaduan fungsi/ peran kewenangan dari masing-masing kelembagaan, penelitian ini akan mengkaji komponen-komponen indikator pembangunan yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan Metropolitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan masukan pakar/ ahli pembangunan/ praktisi (expert judgemental) yang diolah menjadi komponen indikator pembangunan kawasan dan pengambilan kuesioner tertutup kepada aktor/ kelembagaan terlibat. Analisis kuantitatif menggunakan simulasi aktor Interpretative Structural Modelling (ISM) untuk mengidentifikasi aktor kunci pengembangan kawasan, dan pemeringkatan aktor/ kelembagaan kawasan. Harapannya, menghadirkan bentuk-bentuk strategi pengembangan kawasan dengan lokasi fokus di wilayah (Kabupaten/ Kota) sekitar kawasan Penyangga (khususnya Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon).

Cite

CITATION STYLE

APA

Setiawan, E. F., & Chalil, T. M. (2023). Strategi Pengembangan Kawasan Metropolitan REBANA Menggunakan Interpretative Structural Modelling (Studi Kasus: Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon). Jurnal Multidisiplin West Science, 2(07), 568–579. https://doi.org/10.58812/jmws.v2i07.512

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free