Abstract
Proses pemurnian adalah salah satu proses kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas dari standar yang sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai optimal tekanan vakum dan suhu pada proses pemurnian biodiesel dengan studi kasus di Unit Refinery PT.X. Untuk penelitian proses pemurnian biodisel pada proses methyl ester drying ini menggunakan metode DOE (Design Of Experiment) dan menggunakan ANAVA untuk menyelesaikan masalah pada proses pemurnian biodisel di methyl ester drying. Maka perlu mengeksperimenkan nilai tekanan vakum (300, 270, 240, 210) mbar dan suhu (125, 130, 135, 140, 145) oC. Hasil penelitian pada proses experimen yang dilakukan pada tekanan vakum 300 mbar dan suhu 125 oC maka diperoleh rata-rata kandungan air adalah 387 ppm dan tekanan vakum 210 mbar dan suhu 145 oC maka diperoleh rata-rata kandungan air adalah 283 ppm. Proses pemurnian biodisel yang optimal adalah pada tekanan vakum 210 mbar dan suhu 145oC dengan nilai rata-rata kandungan air pada minyak biodisel adalah 283 ppm dimana spesifikasi maksimum adalah 300 ppm, sehingga semakin rendah tekanan vakum dan semakin tinggi suhu proses maka jumlah kandungan air yang terdapat dalam minyak biodisel akan semakin sedikit dan sebaliknya. Kata kunci: Design of Experiment, Tekanan Vakum, Methyl Ester Drying, biodiesel
Cite
CITATION STYLE
Herianto, B., Febrina, W., Indrawan, S., & Fitriana, W. (2023). Pengoptimalan Proses Pemurnian Biodiesel Pada Unit Refinery PT. X. JURNAL UNITEK, 16(2), 227–236. https://doi.org/10.52072/unitek.v16i2.686
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.