Abstract
Colorectal cancer was infrequently diagnosed few decades ago, but the number of cases increased dramatically until it becomes the third most prevalent malignancy after breast and lung cancer. Population aging and on top of unhealthy lifestyle were major contributor to the significant rise of the disease. Management of colorectal cancer has markedly evolved, allowing improvement in terms of survival and advance in quality of life. Nevertheless, the rate of survival could be boosted by raising public awareness over colorectal cancer, education program that may lead to better health behaviour, as well as health system policy that support disesase screening, considering the characteristic of the disease that is often asymptomatic, particularly in the early development.Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis keganasan yang relatif jarang terdiagnosis pada beberapa dekade lampau, namun mengalami peningkatan kasus secara drastis hingga menjadi salah satu jenis penyakit kanker dengan angka kejadian tertinggi di dunia, setelah kanker payudara dan kanker paru-paru. Proses aging pada populasi, ditambah dengan berbagai pergeseran pola hidup menjadi kontributor yang signifikan pada tingginya kasus kanker kolorektal. Tata laksana kanker kolorektal terus mengalami perkembangan hingga memungkinkan perbaikan dalam hal survival serta peningkatan kualitas hidup survivor. Walaupun demikian, tingkat survival dapat lebih ditingkatkan dengan dilakukannya upaya untuk meningkatkan kesadaran publik, memberikan edukasi untuk menerapkan pola hidup sehat, serta didukung dengan kebijakan sistem jaminan kesehatan yang memungkinkan aktivitas screening, mengingat karakteristik penyakit yang umumnya asimptomatik pada tahap awal perkembangannya.
Cite
CITATION STYLE
Agi Satria Putranto. (2022). Manajemen Kanker Kolorektal. MEDICINUS, 35(3), 3–10. https://doi.org/10.56951/medicinus.v35i3.99
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.