Abstract
Proses dekomposisi anaerobik melibatkan aktivitas mikrobiologi untuk menghasilkan biogas dengan komposisi gas tertentu. Komposisi gas terutama metana (CH4) menjadi dasar penentuan kualitas biogas. Penelitian ini menggunakan digester anaerobik berkapasitas 50 liter untuk menguji pengaruh waktu retensi hidrolik substrat (HRT) pada proses dekomposisi anaerobik terhadap kualitas biogas. Campuran kotoran sapi dan air dengan slurry 1:1 dan 1:2 digunakan sebagai substrat. Selanjutnya, kondisi proses dan kualitas biogas dianalisis dan dievaluasi dengan variabel HRT 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas biogas tertinggi diperoleh dari proses dekomposisi anaerobik dengan komposisi substrat 1:1 dan pada HRT 28 hari, dengan kandungan CH4 sebesar 62,23 %vol dan nilai kalor sebesar 21745,71 kJ/m3. Semakin lama HRT substrat pada proses dekomposisi anaerobik di dalam digester, semakin tinggi persentase kandungan CH4 dalam biogas, dan semakin tinggi pula nilai kalornya.
Cite
CITATION STYLE
Nanang Apriandi, Suwarti, S., Widyaningsih, W. P., & Raharjanti, R. (2023). Produksi Biogas Dari Kotoran Sapi Menggunakan Digester Anaerobik Tipe Batch Skala Kecil: Pengaruh Hydraulic Retention Time (HRT) Terhadap Kualitas Biogas. JST (Jurnal Sains Dan Teknologi), 12(1), 166–176. https://doi.org/10.23887/jstundiksha.v12i1.57310
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.