Abstract
Sarang semut (Myrmecodia pendans) merupakan tumbuhan epifit yang hidupnya menempel di pohon-pohon besar. Sarang semut mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tannin yang diketahui mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak sarang semut terhadap histopatologi paru-paru tikus putih akibat pemberian parasetamol dosis toksik. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan 24 ekor dan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Perubahan yang diamati adanya perdarahan,peradangan,kongesti dan nekrosis pada organ dan jaringan paru. Hasil yang diperoleh sebagai berikut: pemberian parasetamol dosis toksik secara oral menyebabkan perdarahan, peradangan, kongesti dan nekrosis pada paru paru tikus putih. Pemberian ekstrak sarang semut dapat memperbaiki jaringan paru-paru akibat pemberian parasetamol dosis toksik yang mengalami pendarahan, peradangan, kongesti dan nekrosis. Pemberian parasetamol dosis 250mg/kgBB menyebabkan kongesti, perdarahan, peradangan dan nekrosis pada organ paru-paru.
Cite
CITATION STYLE
Merdana, I. M., Mahottama, I. G. P. T., Berata, I. K., & Sudimartini, L. M. (2022). Struktur Histopatologi Paru-Paru Tikus Putih yang di Berikan Ekstrak Sarang Semut dan Diinduksi Parasetamol dengan Dosis Toksik. Buletin Veteriner Udayana, 103. https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i02.p06
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.