Abstract
Sudah lebih dari satu tahun Indonesia masih mengadakan pembelajaran daring akibat terjadinya pandemi corona. Selama pembelajaran daring terjadi peserta didik di sekolah dasar negeri tegalkuniran mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengerjaan soal pada buku tematik saja. Jika melihat dari kegiatan tersebut tentunya hanya aspek kognitif saja yang terpenuhi sedangkan aspek psikomotorik dan afektif belum terpenuhi. Sehingga hal ini menjadikan peneliti melakukan pengabdian di sekolah dasar negeri tegalkuniran. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengembangan diri berbasis seni agar aspek psikomotorik dan afektif peserta didik selama masa pandemi tetap didapatkan. Mitra pengabdian pada kegiatan ini adalah peserta didik kelas 6. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode observasi. Dimana peneliti mengamati terhadap suatu karya dari peserta didik. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dengan mengadakan pengembangan diri berbasis seni yaitu membuat benda-benda di sekitar dengan menggunakan bahan plastisin peserta didik dapat memenuhi aspek psikomotorik pada tingkatan naturalisasi yaitu membuat suatu produk dan aspek afektif yang terpenuhi ialah tingkatan menghargai yaitu ikut serta dalam pembuatan karya seni, disamping aspek kognitif dan sosialnya.
Cite
CITATION STYLE
Kriswati, M., Aji, G. T., & Suyami, S. (2022). Pengembangan Diri Anak Berbasis Seni di Sekolah Dasar Negeri Tegalkuniran. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 123–129. https://doi.org/10.56972/jikm.v2i2.41
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.