Abstract
Penelitian ini berisi tentang berbagai perspektif dari para partisipan mengenai pentingnya peregangan sebelum berolahraga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa pentingnya peregangan bagi para partisipan dan apa saja yang dialami partisipan ketika berolahraga tanpa melakukan peregangan. Penelitian ini menggunkan Metode Penelitian Kuantitatif (Metode Survey) berupa Google Form/angket yang disebarkan melalui sosial media (Whatsapp, Instagram ataupun media sosial lainnya). Masyarakat, pelajar dan atlet yang menjadi objek dalam penelitian ini dengan latar belakang cabang olahraga yang berbeda dan rentan usia partisipan dari 16-35 tahun. Hasilnya mayoritas partisipan dengan persentase 95,2% menganggap bahwa peregangan itu sangat penting. Namun meskipun dianggap sangat penting, tak sedikit dari partisipan yang jarang dan bahkan tidak sama sekali melakukan peregangan sebelum berolahraga. Hasilnya cedera ringan sampai parah tak bisa dihindarkan oleh para partisipan. Selain cedera, para partisipan yang tidak melakukan peregangan juga mengalami ketidaknyamanan saat berolahraga dari mulai otot mudah lelah, mudah mengalami nyeri, otot kaku, detak jantung meningkat dan pernapasan tak teratur. Mayoritas partisipan melakukan peregangan dalam jangka waktu 5-10 menit.
Cite
CITATION STYLE
Azfa Priatna, K. A., Hidayat, F., Fatonah, N. N., Syabani, M. A., Zulfiqor, Z. M., & Fu’adin, A. (2023). PERSPEKTIF MASYARAKAT, PELAJAR, DAN ATLET MENGENAI PENTINGNYA PEREGANGAN. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.56354/jendelainovasi.v6i1.137
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.