Makna Ayat-Ayat Teguran Terhadap Nabi Muhammad SAW (Studi Analisis Surat Ali Imran: 128, Al-Anfal: 67, Al-Taubah: 43, dan Al-Kahfi: 23-24

  • Mukhlis I
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Nabi Muhammad Saw merupakan seorang yang memiliki budi pekerti dan akhlak yang agung. Pujian ini telah dinyatakan oleh Alquran dalam surah al-Qalam ayat ke 4. Disisi lain, Alquran juga menyajikan ayat-ayat lain yang berisikan teguran untuk sang Nabi. Terdapat 8 poin teguran Allah untuk Nabi Muhammad Saw dikarenakan kekeliruannya dalam mengambil keputusan. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, bukankah Nabi Saw seorang yang memiliki sifat maksum? Artikel ini akan mengkaji hubungan antara kemaksuman Nabi Saw dengan ayat-ayat teguran. Dalam artikel ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa ayat-ayat teguran untuk Nabi Muhammad Saw tidaklah menggugurkan kemaksuman yang dimilikinya. Alasannya, karena Nabi Saw memiliki kedudukan (maqam) spiritual yang tinggi. Sehingga tatkala melakukan tindakan yang kurang tepat, maka hal itu akan terlihat di mata orang awam sebagai sebuah kesalahan. Selain itu, ayat-ayat teguran merupakan pembelajaran baru bagi Nabi Muhammad Saw dan juga untuk ummat Islam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mukhlis, I. (2022). Makna Ayat-Ayat Teguran Terhadap Nabi Muhammad SAW (Studi Analisis Surat Ali Imran: 128, Al-Anfal: 67, Al-Taubah: 43, dan Al-Kahfi: 23-24. Jurnal Tafsere, 10(2), 133–153. https://doi.org/10.24252/jt.v10i2.35564

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free