MAKNA TRADISI BUDAYA NGANGGUNG DI KABUPATEN BANGKA (STUDI PADA DESA KEMUJA KECAMATAN MENDOBARAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW)

  • Rusman R
  • Heningsih E
N/ACitations
Citations of this article
111Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan masing-masing yang berbeda antara budaya yang satu dengan yang lain. Kebudayaan tidak akan ada tanpa adanya kehidupan manusia, yang selalu berhubungan satu sama lain. Proses pembentukan kebudayaan punmembutuhkan waktu yang lama, hal itu menyangkut suatu kebiasaan, baik komunikasi, tindakan atau hasil karya manusia yang menciptakan berbagai adat-istiadat, nilai-nilai atau aturan sosial yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat yang kaya akan budaya. Masih banyaknya masyarakat Bangka ini tidak memahami tradisi budaya Nganggung, padahal jika diteliti lebih dalam lagi tradisi ini sangat besar perannya dengan status keIslaman di pulau Bangka sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi budaya Nganggung di Kabupaten Bangka (Studi pada Desa Kemuja kecamatan Mendobarat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW)

Cite

CITATION STYLE

APA

Rusman, R., & Heningsih, E. (2019). MAKNA TRADISI BUDAYA NGANGGUNG DI KABUPATEN BANGKA (STUDI PADA DESA KEMUJA KECAMATAN MENDOBARAT DALAM PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW). Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 43–62. https://doi.org/10.47995/jik.v2i2.27

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free